Sabtu, Mei 16, 2026
BerandaNasionalWomen on The Move 2025: Perempuan, Motor Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

Women on The Move 2025: Perempuan, Motor Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

Bali, Laksara.id – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, tekanan pemberdayaan perempuan di sektor ekonomi kreatif adalah strategi utama untuk memberdayakan mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata. Hal ini disampaikannya dalam forum Women on The Move 2025 di Bali, Sabtu, 27 September 2025, dengan mencontohkan program literasi digital ‘Emak-Emak Matic’ yang membawa pelaku usaha perempuan naik kelas.

“Tema Wanita Memiliki Kekuatan untuk Mengubah Dunia bagi saya adalah pengingat bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat, tetapi motor perubahan. Di Ekraf, makna itu kami wujudkan melalui program nyata seperti Emak-Emak Matic (Emak-Emak Melek Teknologi), yang membekali perempuan dengan literasi digital, keterampilan pemasaran bold, dan akses melalui mikro. Dengan begitu, perempuan bisa naik kelas dari skala rumah tangga menuju pelaku usaha mandiri,” ujar Wamen Ekraf di Kartika Plaza, Bali.

Forum ini menjadi wadah bagi para pemimpin perempuan lintas sektor untuk mendorong lahirnya gagasan, jejaring, dan aksi nyata dalam memperkuat peran perempuan sebagai motor perubahan bangsa menuju masa depan inklusif dan berdaya saing global.

Dalam sesi diskusi, Wamen Ekraf menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai penggerak utama transformasi bangsa. Wamen Ekraf menuturkan bahwa ekonomi kreatif telah terbukti menjadi mesin pertumbuhan baru bagi Indonesia, dengan kontribusi yang terus tumbuh dan semakin inklusif.

“Memberdayakan perempuan di ekraf berarti menghidupkan mesin pertumbuhan baru yang lebih merata. Perempuan tidak hanya berkarya untuk dirinya sendiri, tetapi juga membawa multiplier effect bagi keluarga, komunitas, dan ekonomi nasional,” lanjut Wamen Ekraf.

Selain itu, Wamen Ekraf menyoroti gaya kepemimpinan perempuan yang dinilai memiliki kekuatan tersendiri.

“Kepemimpinan perempuan berangkat dari empati, kolaborasi, dan keberanian mengambil keputusan jangka panjang. Pendekatan ini membuat kebijakan di ekraf lebih peka terhadap distribusi manfaat, sehingga dampaknya lebih merata dan berkelanjutan,” ungkap Wamen Ekraf.

Dalam forum tersebut, Wamen Ekraf juga menekankan pentingnya kolaborasi hexahelix yang mempertemukan pemerintah, industri, komunitas, akademisi, media. Menurutnya, model kolaborasi ini menciptakan ruang konkret untuk pertukaran ide, penguatan kapasitas, sekaligus memperluas jejaring bagi pelaku perempuan kreatif.

Acara Women on The Move 2025 di Bali ini menghadirkan pemimpin perempuan dari berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, keuangan, industri kreatif, hingga komunitas. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kepemimpinan perempuan di Indonesia serta menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments