Buleleng, Laksara.id – Salah satu inovator asal Buleleng, Bulde Wine berhasil meraih prestasi mengecewakan, yaitu Juara Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Bali Tahun 2025. Inovasi yang berhasil dimenangkan itu adalah “Buldetech Membrane” atau TTG untuk menghasilkan Wine Non Alkohol. Penghargaan tersebut diberikan oleh Pemerintah Provinsi Bali yang diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster.
Inovasi yang dikemukakan oleh Bulde Wine, meskipun disebut wine, minuman yang diekstrak dari buah anggur asli Buleleng, yaitu Alphonsogrape, ini diproses dengan kadar alkohol 0 persen sehingga aman untuk semua umur.
Tidak hanya dari segi kenikmatannya, secara klinis, Bulde Wine juga telah teruji kaya akan antioksidan dan enam senyawa fenolkarboksilat alami yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh seperti obat maag, anti penuaan dini, anti depresi, dan meningkatkan imunitas tubuh. Apalagi kandungan anti oksidan pada Bulde Wine juga dapat mencegah kanker.
Di bawah naungan CV Pionir Akselerasi Sejahtera yang berdiri sejak tahun 2017 lalu, Bulde Wine lahir dari sinergi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil & Menengah (DagperinkopUKM) serta civitas akademika Jurusan Kimia Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha)
Saat dihubungi pada Sabtu (30/8), Co-CEO CV Pionir Akselerasi Sejahtera, I Putu Pandu Setiawan, menjelaskan bahwa tujuan kehadiran mereka adalah sebagai wadah bagi para petani anggur yang mengalami surplus saat panen raya. Guna mencegah tidak terserapnya buah anggur di pasaran, menyisihkan siap membeli hasil panen petani dan mengolahnya menjadi produk yang bernilai tinggi.
Di samping dessert wine yang dilombakan, produk olahan lain seperti jus, kombucha, dan selai juga diproduksi oleh perusahaan yang beralamat di Seririt ini. Bahkan kerja sama pun dilakukan dengan Kelompok Wanita Tani Anggur Wira Grape Sejahtera yang berlokasi di Desa Lokapaksa.
“Para petani saat panen berlebih kan anggurnya jadi termanfaatkan di kita. Jadi kita olah menjadi lebih bernilai jual. Apalagi anggur Buleleng jenis Alphonsogrape ini banyak manfaatnya untuk kesehatan,” ungkap Pandu.
Tidak hanya itu, legalitas pun dilengkapi melalui hak atas kekayaan intelektual (HAKI), badan hukum CV, uji BPOM, dan sertifikasi halal. “HAKI dan perizinan sudah lengkap semua. Astungkara untuk tahun ini BPOM dan sertifikasi halal sudah jadi,” kata Pandu.
Pemasaran dilakukan dengan cara konvensional seperti di toko offline dan event UMKM, serta secara online melalui marketplace seperti Tokopedia, Shopee, dan Tiktokshop. Terkadang, Pandu juga mengirimkan produknya secara langsung kepada pelanggan melalui pesanan yang diterima melalui WhatsApp.
Pelanggan Bulde Wine tidak hanya berasal dari lokal Kabupaten Buleleng, tetapi juga dari daerah Bali Selatan seperti Nusa Dua, Kuta, dan Denpasar. Bahkan pengiriman produk juga dilakukan ke luar Bali seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.
Melalui Bulde Wine, Pandu berharap bisa menunjukkan kepada dunia bahwa anggur lokal Buleleng tidak kalah dengan produk luar negeri. Ia pun berharap kerja sama yang terjalin semakin solid, karena dukungan dari bidang legalitas dan pemasaran sangat dibutuhkan oleh Bulde Wine. (LA-IN)
