Denpasar, Laksara.id – Ranunculus, tanaman berbunga yang dikenal dengan kelopak berlapis dan warna-warna mencolok, kini menjadi sorotan dalam tren florikultura kelas premium. Keindahan fisiknya yang menyerupai mawar mini menjadikannya favorit baru di kalangan pecinta bunga, florist, dan pelaku industri kreatif.
Bunga ini dikenal mekar di musim semi dengan pilihan warna yang luas, mulai dari putih bersih hingga merah terang dan kuning cerah. Kombinasi bentuknya yang rapi dan kesan elegan membuat ranunculus sering digunakan dalam rangkaian bunga mewah, dekorasi acara formal, hingga aksesoris visual pada produk gaya hidup.
Tren florikultura belakangan ini menunjukkan pergeseran ke arah bunga-bunga yang tidak hanya cantik, tetapi juga memiliki karakter dan keunikan visual. Ranunculus memenuhi kebutuhan ini dengan struktur kelopaknya yang padat dan harmonis, menjadikannya simbol keanggunan dalam desain floral modern.
Budidaya ranunculus mulai dilirik sebagai peluang baru dalam sektor hortikultura. Tanaman ini dapat tumbuh baik di iklim sejuk dan memerlukan perawatan intensif agar hasilnya berkualitas tinggi. Bagi pelaku agribisnis, ranunculus menjadi opsi tanaman bernilai jual tinggi, baik dalam bentuk bunga potong maupun tanaman hias.
Di ranah pasar bunga, permintaan terhadap ranunculus terus meningkat, terutama menjelang musim pernikahan dan perayaan besar. Daya tarik estetikanya tidak hanya mampu menarik konsumen dalam negeri, tetapi juga menjadi komoditas potensial untuk pasar ekspor.
Dengan visual yang menawan dan potensi ekonomi yang menjanjikan, ranunculus diperkirakan akan terus mendominasi pasar bunga premium dalam beberapa tahun ke depan. Bunga ini bukan sekadar pemanis ruangan, melainkan simbol baru gaya hidup estetis yang berkelanjutan. (LA-IN)
