Sabtu, Mei 9, 2026
BerandaNasionalLomba Layar Fremantle–Indonesia 2025 Resmi Ditutup di Labuan Bajo.

Lomba Layar Fremantle–Indonesia 2025 Resmi Ditutup di Labuan Bajo.

Labuan Bajo, Laksara.id – Lomba layar internasional paling bergengsi dan terpanjang di Australia, Fremantle Sailing Club Race and Rally 2025, resmi ditutup dengan meriah di Puncak Waringin, Labuan Bajo (24/5). Lebih dari 2700 km atau 1500 nautical miles telah ditempuh oleh para peserta selama sembilan hari, melintasi perairan dari Fremantle, Australia Barat hingga ke Pulau Komodo, menandai sejarah baru dalam peta pariwisata dan pelayaran dunia.

Kegiatan penutupan berlangsung khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh Deputi Bidang Events Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vinsensius Jemadu, Konsul Penerangan Sosial Budaya KJRI Perth, serta berbagai pejabat daerah dan perwakilan kementerian. Tidak ketinggalan, seluruh peserta lomba turut hadir dalam acara yang sarat makna tersebut.

CEO Fremantle Sailing Club, Craig Evans, mengungkapkan rasa terima kasih dan kekagumannya atas sambutan hangat serta dukungan luar biasa dari berbagai pihak di Indonesia. “Flores benar-benar indah, tetapi lebih indah lagi adalah orang-orangnya yang menyambut kami dengan begitu hangat,” ungkap Craig. Ia pun berharap agar Labuan Bajo dapat kembali menjadi titik akhir perlombaan pada edisi berikutnya.

Deputi Events Kemenparekraf RI, Vinsensius Jemadu, menyambut baik dipilihnya Labuan Bajo sebagai destinasi lomba, dan mengajak para peserta untuk kembali menjelajahi pesona Indonesia. Sementara itu, Direktur Event FSC, Michael Giles, memberikan apresiasi khusus kepada KJRI Perth dan BPOLBF atas koordinasi yang menjadikan ajang ini begitu berkesan.

Acara penutupan juga dimeriahkan dengan penampilan budaya khas NTT, termasuk tarian tradisional dan permainan sasando, yang berhasil memukau para peserta. Suasana malam penghargaan pun berlangsung hangat dan penuh rasa syukur saat para pemenang menerima trofi dari berbagai kategori lomba.

Selama di Labuan Bajo, para peserta tidak hanya berlayar, namun juga turut berkontribusi pada masyarakat lokal. Pada 23 Mei, mereka mengunjungi SMK Stella Maris Labuan Bajo untuk berbagi pengalaman seputar pelayaran lintas negara. Murid-murid tak hanya mendengar kisah inspiratif, namun juga diajak langsung naik ke kapal dan berlayar di sekitar kepulauan—sebuah pengalaman yang membekas.

Komitmen terhadap lingkungan juga ditunjukkan melalui kegiatan penanaman 28 pohon di Parapuar Viewpoint. Dari titik tertinggi yang menyuguhkan panorama Kota Labuan Bajo, para peserta menanam harapan bagi masa depan pariwisata yang berkelanjutan.

Fremantle Sailing Club bukanlah pemain baru dalam menjalin koneksi lintas samudra dengan Indonesia. Sejak pertama kali menggelar lomba ke Bali pada 1981, klub elit ini telah sembilan kali berlayar ke Bali dan dua kali ke Lombok. Terakhir kali lomba diselenggarakan pada 2017 sebelum sempat tertunda akibat pandemi.

Kini, tahun 2025 menandai edisi ke-12 lomba lintas negara menuju Indonesia, dan yang pertama kali ke Labuan Bajo—salah satu destinasi super prioritas pariwisata nasional. Keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi antara KJRI Perth, Kemenlu, Kemenparekraf, BPOLBF, Pemkab Manggarai Barat, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Dengan makin dikenalnya Labuan Bajo sebagai tuan rumah lomba layar internasional, harapan besar tertambat pada peningkatan ekonomi lokal dan promosi kawasan Indonesia Tengah dan Timur di mata dunia. (LA-IN)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments